Selamat Datang di Laman Yudi Handayana

Belajar bersama Yudi Handayana

Make one step and never Back

Berjalan pelan asal tetap ke depan

Tampilkan postingan dengan label Inspirasi dan Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi dan Motivasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Januari 2019

Kurcaci dan Tikus

Dahulu kala hiduplah dua sahabat yaitu dua kurcaci dan dua tikus. Setiap hari mereka berkeliaran dalam labirin mencari keju yang lezat.  Para tikus menggunakan metode trial and error, masuk ke lorong satu dan berpindah ke lorong lain untuk menemukan keju. Berbeda dengan kedua kurcaci, yang menggunakan kemampuan berpikirnya untuk menemukan keju yang dimaksud.

Suatu hari, terjadi hal yang mengejutkan. Kejunya ternyata sudah habis. Kedua tikus menyadari situasi telah berubah, karena itu tanpa membuang waktu mereka memutuskan untuk berubah juga. Segera setelah mengangkat hidung, mengendus, dan berlalri ke labirin lain untuk menemukan keju yang baru.



Tidak demikian halnya dengan kurcaci. Mereka tak siap menghadapi kenyataan ini. Bukannya mengambil tindakan, mereka berteriak-teriak, berkacak pinggang dan mengomel berkepanjangan. "Ini tidak adil, siapa yang memindahkan keju kita?" Temannya menjawab "Ini kecerobohanmu, kalau saja kamu memperhatikan bahwa persediaan keju kita semakin menipis, hal ini tak mungkin terjadi".

Mereka pun mulai menganalisa. Berhari-hari mereka mendiskusikan masalah ini, tetapi kejunya tak kunjung tiba. Kini mereka benar-benar merasa lemas dan tak bertenaga.

Akhirnya mereka menyadari bahwa saling menyalahkan dan fokus pada hal negatif tanpa tindakan tidak akan membuat mereka mendapat keju lagi.


Kamis, 24 Januari 2019

Telur yang Berdiri

Sepulang Columbus dari perjalanannya yagn fenomenal "menemukan" benua Amerika, berbagai penghargaan dan penghormatan datang melimpahinya. Namanya tenar dan perjalanannya menjadi perbincangan dimana-mana. Walaupun banyak orang yang mengakui pekerjaannya sebagai sebuah prestasi, ternyata tidak semua orang dapat mengapresiasi dan menerima penghargaan yang diberikan atas kepeloporan columbus. Apapun motif yang ada di benaknya, mereka senantiasa mencela Columbus.

"Ah, kalau cuma melakukan perjalanan seperti itu aku juga bisa, cuma aku saja yang nggak mau" kata mereka.

Mendengar kata-kata miring yang ditujukan kepadanya, Columbus lalu mendatangi mereka sambil membawa sebutir telur. Katanya, "Kalau kamu memang bisa melakukan seperti yang aku lakukan, sekarang tolong kamu buat supaya telur ini dapat berdiri tegak pada ujungnya".

Mendapat tantangan Columbus, orang-orang itu satu per satu mencoba mendirikan telur itu. Semua mencoba dan semua gagal karena telur itu pasti selalu terguling setia dicoba untuk diletakkan pada posisi berdiri. Setelah berulang-ulang mencoba dan gagal, akhirnya mereka menyerah.

"Kalau kalian menyerah, maka aku akan tunjukkan kepada kalian bagaimana membuat telur ini dapat berdiri di meja" kata Columbus. Maka diambilnya telur itu, lalu diletakkannya dengan keras di meja sehingga bagian bawahnya retak. Dan telur itu pun dapat berdiri di atas meja.



Melihat telur dapat berdiri di meja tapi dilakukan dengan cara seperti itu, orang-orang kemudian protes. "Kalau caranya seperti itu, kami semua juga dapat membuat telur itu berdiri di atas meja".

"Kalau kamu dapat melakukan seperti yang aku lakukan, mengapa kamu tidak melakukannya sejak tadi"?

Begitulah kemudian orang-orang sadar, bahwa sepele apapun pekerjaan seseorang, tetap harus dihargai. Karena apa yang kita anggap sepele setelah tau, berbeda saat kita harus memikirkannya. Jadi ide itu harganya mahal.

Jumat, 18 Januari 2019

Cokelat panas atau Cangkir?

Sekelompok alumni melakukan reuni, dan kemudian memutuskan pergi mengunjungi dosen favorit mereka yang sudah pensiun. Saat berkunjung, pembicaraan mereka berubah menjadi keluhan mengenai stres pada kehidupan dan pekerjaan mereka.

Sang dosen itu menyajikan cokelat panas pada tamu-tamunya. Ia pergi ke dapur dan kembali dengan coklat panas di tek yang besar dan berbagai macam cangkir : porselen, gelas, kristal, dan lain-lain, yang sebagiannya bagus dan berharga mahal. Akan tetapi, sebagian lagi bentuknya biasa saja dan dapat ditebak harganya murah. Ia mengatakan kepada mereka untuk mengambil cangkirnya dan mengambil sendiri coklat panas tersebut.



Setelah mereka semua memegang secangkir coklat panas di tangan mereka, dosen yang bijak berkata "Perhatikan, semua cangkir ang bagus dan mahal telah diambil. Yang tersisa, hanyalah cangkir yang murah dan biasa. Memang, hal normal bagi kalian untuk menginginkan yang terbaik. Namun, itu adalah sumber dari masalah dan stres kalian"

"Cangkir tidak menambah kualitas dari cokelat panas. Pada kebanyakan kasus, itu hanya menambah mahal, dan bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah cokelat panas, bukan cangkirnya. Tetapi secara tidak sadar kalian menginginkan cangkir yang terbaik. Lalu, kalian mulai saling melihat dan membandingkan cangkir kalian masing-masing".

Para alumni terdiam dan menyimak nasehat dari sang dosen.

"Sekarang pikirkan ini : Kehidupan adalah cokelat panas. Pekerjaan, Uang, dan Kedudukan adalah cangkirnya. Itu hanyalah alat untuk memegang dan memuaskan kehidupan. Cangkir yang kau miliki tidak akan menggambarkan, atau mengubah kualitas kehidupan yang kalian miliki.

"Terkadang, dengan memusatkan perhatian kita hanya pada cangkirnya, kita gagal untuk menikmati coklat panas yang telah Tuhan sediakan pada kita. Tuhan membuat cokelat panasnya, tetapi manusia memiliki cangkirnya. Orang-orang yang paling bahagia tidak memiliki semua yang terbaik. Mereka hanya berbuat yang terbaik dari apa yang mereka miliki".

Dosen itu berhenti sejenak, menghela nafas, lalu melanjutkan "Hiduplah dengan sederhana, bermurah hatilah. Perhatikanlah sesama dengan sungguh-sungguh. Dan akhirnya, silakan nikmati cokelat panas kalian".

Minggu, 16 Desember 2018

Saat Gubuk Terbakar

Alkisah ada sebuah kapal yang tengah berlayar di lautan. Entah bagaimana kemudian kapal itu kecelakaan dan satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan itu terdampat di pulau kecil tak berpenghuni. Pria ini berdoa supaya ada yang menyelamatkan, dan setiap hari dia mengamati langit berharap ada pertolongan, tetapi tak ada satupun yang datang.


Dengan susah payah, akhirnya ia berhasil membangun gubuk kecil dari sisa-sisa pecahan kapal untuk melindungi dirinya dari cuaca, dan untuk menyimpan beberapa barang yang masih dimiliki.

Tetapi suatu hari, setelah ia pergi mencari makan, dia kembali ke gubuknya dan mendapati gubuknya tersambar petir dan terbakar. Semua barang-barang yang ia kumpulkan hangus dan tidak dapat digunakan lagi. Dia sedih dan marah.

Dia mengomel bahwa hidupnya sungguh menderita, sudah terdampar dan mau survival, malah kehilangan barang-barang yang susah payah ia kumpulkan. Ia merasa bahwa hidupnya sungguh sial. Ia pun mencoba untuk tidur di pasir menahan amarah, kesal, dan lelah.

Keesokan harinya, ia mendapati ada kapal mendekat ke pulau. Ia pun senang bukan main dan melambai-lambai. Kapal itu mendekat, dan menyelamatkannya. Pria itu pun bertanya "Bagaimana kalian tahu aku disini?"

"Kami melihat asapmu", jawab mereka.

Kamis, 29 November 2018

Tebakan : Siapa yang harus didahulukan?

Misalnya Anda sedang mengendarai motor di suatu daerah bencana yang akses transportasinya masih minim. Transportasi masal didaerah tersebut hanya sebuah bus yang disediakan untuk evakuasi dan masih dalam perjalanan. Hampir seluruh orang di daerah tersebut telah dievakuasi.

Pada saat lewat halte bus, Anda melihat ada 3 orang yaitu seorang nenek yang ingin pergi ke rumah sakit untuk pertolongan kesehatan (memerlukan suatu fasilitas yang hanya ada di rumah sakit), seorang pegawai pemerintahan di sebelah rumah sakit yang kenal baik dengan Anda dan pernah menyelamatkan hidup Anda, serta seorang lagi yang tanpa disangka merupakan pujaan hati Anda.

Motor Anda hanya mampu menampung 1 orang penumpang saja, siapakah yang akan Anda Bonceng?

Sebelum menjawab, beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

Mungkin seharusnya menolong nenek tua itu karena dia harus segera ditolong agar tidak terlambat. Namun, bisa juga Anda abaikan karena sudah tua, sedangkan yang lain harapan hidupnya lebih banyak.

Pegawai itu pernah menyelamatkan hidup Anda, inilah saat tepat untuk membalas budi kepadanya. Tapi jika dipikir, membalas budi bisa lain waktu. Namun, kita tidak pernah tahu kapan ada kesempatan datang lagi.

Inilah kesempatan Anda menunjukkan ke pujaan hati Anda bahwa Anda adalah orang yang peduli kepadanya. Menunjukkan bahwa Anda benar-benar mencintainya. Jika Anda lewatkan, mungkin impian Anda bersamanya akan kandas karena akan mengubah pandangannya terhadap Anda.

Silakan menjawab. Boleh dijawab di kolom komentar..

Minggu, 11 November 2018

Pikiran yang Sederhana

Di sebuah perusahaan sabun mandi sedang mengadakan rapat penting berkenaan dengan banyaknya komplain dari konsumen yang mendapati kotak sabun yang tidak ada isinya atau kosong. Terutama dari pihak agen yang merasa tertipu karena di setiap karton (kardus packing), selalu ada beberapa kotak sabun yang kosong. Masalah yang dihadapi oleh perusahaan ini merupakan kesalahan yang tidak dapat dihindari, dikarenakan kondisi mesin produksi yang dimiliki sudah terlalu tua. Untuk itu, pimpinan perusahaan memanggil para direktur, manager, supervisor, hingga staff untuk mencari solusi atas masalah yang tengah dihadapi oleh perusahaan.


Ketika pimpinan perusahaan memberi kesempatan kepada semua peserta rapat untuk mengemukakan pendapat, salah seorang supervisor mengacungkan tangan dan berkata, "Solusi yang aman menurut saya, adalah membeli mesin baru dari Jerman. Harganya saat ini sekitar Rp 10 milyar". Melihat harga mesin yang tinggi, seorang manager segera mengacungkan tangan dan berkata, "Saya punya usul yang lebih baik! Kita beli mesin model terbaru dari Jepang yang harganya lebih murah, sekitar Rp 1 Milyar. Melihat harga yang masih relatif malah, seorang direktur lalu mengacungkan tangan dan berkata, " Bagaimana kalau kita membeli mesin dari China saja yang harganya sekitar Rp 100 Juta?" Melihat kondisi keuangan perusahaan yang cukup sulit untuk membeli mesin baru dari Jerman, akhirnya pimpinan perusahaan menyetujui untuk membeli mesin dari China.

Tidak lama setelah keputusan rapat diambil, seorang Office Boy yang sejak tadi melayani menyediakan minum untuk para peseta rapat, memberanikan diri mengacungkan tangannya lalu berkata, "Bapak dan Ibu, jika saya diperbolehkan usul, bagaimana kalau perusahaan membeli alat dari Indonesia saja? Paling harganya cuma Rp 250 ribu." Mendengar pernyataan Office Boy yang konyol ini, serentak seluruh peserta tertawa. Namun pimpinan perusahaan memberi tantangan kepada Office Boy tersebut, "Jika kamu memang serius denganusul yang kamu lontarkan, saya beri kamu Rp 250 ribu untuk mendapatkan alat itu!"

Setelah pihak accounting memberi uang Rp 250 ribu, si Office Boy langsung pergi mencari alat yang dia usulkan. Dua jam kemudian Office Boy kembali membawa alat yang sudah dibelinya. Pimpinan perusahaan, direktur, manager, supervisor, dan para staff yang ikut dalam rapat merasa heran bahkan kebanyakan tersenyum mengejek melihat alat yang dibawa oleh Office Boy. Namun dengan langkah mantap dan penuh percaya diri, si Office Boy memasang alat yang dibelinya di dekat conveyor, sebelum kotak sabun masuk ke kardus packing. Hasilnya sungguh luar biasa! Dengan alat baru ini, kotak sabun yang kosong segera terlempar saat melewati alat tersebut. Sehingga yang masuk ke kardus packing adalah kotak sabun yang ada isinya.

Seluruh peserta rapt yang ikut menyaksikan hal tersebut jadi tercengang sekaligus merasa malu, ternyata usulan mereka dikalahkan oleh seorang Office Boy. Karena yang dibeli oleh Office Boy tersebut hanya sebuah kipas angin. Melihat apa yang diusulkan berhasil, si Office Boy tersenyum lalu berkata, " Gitu aja kok Repot!" Karena keberhasilan dari sebuah ide yang sederhana dan menggunakan alat yang sederhana pula, si Office Boy kemudian diangkat menjadi salah satu staff yang menangani masalah packing..

Think Simple!!! 

Sabtu, 10 November 2018

Semua serba Sulit


Suatu hari saya berkunjung kerumah kerabat. Lama tidak berjumpa, kami lalu berbincang santai, sambil menanyakan keadaan masing-masing. Ketika tiba saat membahas karir, kerabat saya bertanya pekerjaan. Ketika saya sampaikan bahwa saya mengajar fisika, selalu respon pertama yang muncul adalah itu topik yang sulit.

Benarakah fisika itu sulit?

Sebenarnya semua hal tergantung pada sudut pandang dan cara berpikir. Bagi saya, berbisnis adalah hal yang perlu waktu lama untuk saya pahami. Meskipun banyak orang tanpa pendidikan tinggi sukses berbisnis. Semua itu berdasarkan passion.

Bagaimana sebenarnya cara berpikir dari sudut pandang lain? Bagaimana membuat masalah menjadi suatu motivasi?

Pada blog ini akan ditambah topik tentang inspirasi dan motivasi. Melalui paparan maupun cerita inspiratif, harapannya dapat menjadi penambah semangat menjalani hidup.